Skip to content

I Gusti Agung Anom Astika


CURRICULUM VITAE

I Gusti Agung Anom Astika

Jl. Semarang 4

Malang- 65145

Ph: 62-341-551733

Mobile: 62-813-1870-6037

E-mail: anomastika@yahoo.com

NPWP:79.533.551.2-652.000

Education

Undergraduate student at Driyarkara Institute of Philosophy, 2005 –

Undergraduate student at Mass Communication Department, School of Social and Political Sciences, University of Airlangga, Surabaya, Indonesia, 1988-1996

Courses

  1. Graduate from Intermediate Academic Writing course which organized by Language Service Center, University of Indonesia, August 2004
  2. Graduate from Upper Intermediate Academic Writing course which organized by Language Service Center, University of Indonesia, December 2004

Professional Experience

Researcher for Indonesian Institute of Social History (ISSI), 2000-2002

Co-organizer of Conference on Legacy of Authoritarianism 1st in Yogyakarta, 2005, and the 2nd in FISIP UI, Jakarta, 2008

Participant in 12th Democracy and Diversity Graduate Summer Institute in Krakow, Poland, organized by Transregional Center for Democratic Studies, New School University and Jagiellonian University, 2003.

Co-writer of a biography Romo Siswanto dalam Kesan dan Kenangan [In Memory of Father E. Siswanto, O. Carm], Malang, April-December 2002

Independent translator for major publishers in Indonesia, such as Hasta Mitra and Gramedia, 1996-present

Coordinator of Asia Pacific Conference: People’s Against Neoliberalism, Jakarta, June 2001

Head of Education Department, People’s Democratic Party (PRD), 1996-1999

Chief Editor of Tugas Kita [Our Task], weekly newsletter of PRD, May-July 1996

Chief Analyst of Indonesian mass media, Center for Human Rights Studies (Yapusham), Jakarta, March-December 1995.

Managing editor of Mitra Media, monthly tabloid of Indonesian Women NGO, Kalyanamitra, Jakarta, June 1994-December 1994

Head of Education Department, Student Solidarity for Democracy in Indonesia (SMID), a national student organization based in Jakarta, 1994-1996

  • Chief Editor of Suara Massa, monthly tabloid of SSDI

Organizer of regular discussion held by SSDI

Speaker at public meetings on behalf of SSDI

Founder of Mentari Study Group, 1992-1994

  • Co-publisher of Perjuangan Kita [Our Struggle], weekly newsletter of Mentari Study Group

Co-organizer of regular discussion held by Mentari Study Group

Chief Editor of Retorika, quarterly magazine, School of Social and Political Sciences, University of Airlangga, Surabaya, Indonesia, 1989-1991

Chair of Communication Studies Students Association (Himaprodi Komunikasi), School of Social and Political Sciences, University of Airlangga, Surabaya, Indonesia, 1988-1990

Publications

All of my published works concerning the popular movement in Indonesia written during my involvement with PRD are recorded at the International Institute of Social History (IISG) in Amsterdam, the Netherlands.

Books:

I Gusti Agung Anom Astika, et.al, Romo Siswanto dalam Kesan dan Kenangan, Malang: Penerbit SMAK St. Albertus, Desember 2002

Articles:

I Gusti Agung Anom Astika, Review on Ben Anderson’s Language and Power, Jakarta: Prisma, 1992

I Gusti Agung Anom Astika dan Bona Beding, Hidup: Mingguan Umat Beriman, no. 29, Tahun LVI, 22 Juli 2002

I Gusti Agung Anom Astika dan Bona Beding, Hidup Mingguan Umat Beriman, no. 30, Tahun LVI, 29 Juli 2002

I Gusti Agung Anom Astika dan Bona Beding, Hidup: Mingguan Umat Beriman, no 31, Tahun LVI, 4 Agustus 2002

I Gusti Agung Anom Astika dan Bona Beding, Hidup: Mingguan Umat Beriman, no 32, Tahun LVI, 11 Agustus 2002

I Gusti Agung Anom Astika, “Wiji Thukul Dihilangkan Tetapi Tetap Hidup”, Kompas, 5 November 2007

I Gusti Agung Anom Astika, “Peta Faksi Modal Nuansa Kolonial”, Prisma, Vol 28, Juni 2009

Orasi Pembukaan Serial Diskusi Membaca Das Kapital

My Life in Prison

Wiji Thukul Dihilangkan Tetapi Hidup

3 Komentar leave one →
  1. Erma Retang permalink
    02/02/2012 12:03 am

    Oke Nyo, ini cukup mudah untuk dicerna ovi yang lagi gondok berat. Caritanya gini: 2 taun lalu dia ikut English Writing Contest di Fak.Sastra-Airlangga. Tema yang dia usung adalah pendidikan di Indonesia dengan tema program sekolah/kelas RSBI. Setelah melalui serangkaian diskusi dengan ku, tulisan jadi. Bagus nurut aku. Dia tidak hanya mengkritik program RSBI tapi juga memberikan usulan yng bagus. Menurut dia, RSBI hanya akan menciptakan gap yang makin lebar antara siswa mampu dan tidak mampu; akan menimbulkan kasta dalam pendidikan; akan terjadi penyia-nyian aset kecerdasan manusia hanya karena siswa ybs tidak mampu secara finansial; RSBI juga merupakan pemborosan dalam dunia pendidikan karena toh SDMnya kebanyakan memang belum siap. Usulannya dia : Hapus semua fasilitas yang tidak perlu (AC, OHP dll) ganti dengan TV dan internet d tiap kelas. Sisa anggaran bisa dimanfaatkan untuk peningkatamn SDM. Kurikulum tetap RSBI, tapi fasilitas reguler +. Dengan harapan, kelas2 RSBI bisa dijangkau dengan harga murah sehingga semua siswa bisa menikmati model pendidikan berbasis internasional itu dan nantinya, kelas2 di seluruh sekolah yang bersangkutan adl kelas RSBI.
    Dia tulis itu 2 taun lalu waktu umurnya masih 16taun dan RSBI lagi hot2nya di gadang2 diknas menjadi model pendidikan yang ciamik. Hasilnya? Dia Tidak Menang. Dia sih tenang2 aja, meski kecewa juga. Selang 4-5 bulan kemudian. Kompas memuat berita ttg Kritik thd sistem RSBI sebagai headline dengan narasumber pakar pendidikan nasional (aku lupa namanya). Opini si narsum itu sama persis dengan Ovi, bahkan sampai ke usulan2nya. Awalnya ovi merasa bangga, karena dia rasa opininya dia sama dengan opini pakar pendidikan top. Kemudian dia mulai sadar, sangat mungkin dia kena kasus plagiasi, dan dia mulai marah dan frustrasi. Sekarang ini, soal RSBI dikritik pedas dengan kritikan yang tidak berbeda dengan kritikan dia dulu. Tambah marah dia…
    Harapanku, dengan belajar teori sosial yang mampu menjelaskan soal2 realitas sospol (dia memang tertarik untuk tau) dia akan mampu menyalurkan kemarahannya dalam bentuk yang lebih positif. Sejak tau ada kemungkinan ‘isi’ kepalanya di bajak itu, dia sama sekali tidak mau menulis.
    jadi Nyo, bantu aku dengan listing ato sekedar referensi apa yang mesti dia baca. Thx

Trackbacks

  1. Orasi Pembukaan Serial Diskusi Membaca Das Kapital « Komunitas Marx
  2. Wiji Thukul Dihilangkan Tetapi Tetap Hidup « Komunitas Marx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: