Skip to content

Cerita Komunitas Marx


Komunitas ini didirikan pada paruh pertama tahun 2009. Gagasan dasar pembentukan Komunitas Marx, tentu saja, adalah agar menjadi wadah mendiskusikan teks-teks Karl Marx dan Friedrich Engels— pasangan filsuf yang namanya tak pernah surut diperdebatkan di sepanjang perjalanan filsafat hingga kini.

Keduanya menjadi figur penting sebab segala diskursus tentang emansipasi niscaya menimba inspirasi darinya. Saat ini namanya kian berkibar lagi terutama jika kita periksa teks-teks pemikir kontemporer seperti Žižek dan Badiou yang secara eksplisit hendak merevitalisasi Marxisme (dan bahkan Leninisme) dan menguatkan kembali peran Marx dan Engels sebagai pemikir politik utama—sesuatu yang memiliki sejarahnya pada upaya teoretik Mazhab Frankfurt (dengan tokoh-tokoh besar seperti Adorno dan Benjamin). Jika kita menengok ke dua abad sebelum abad 21, kita menyaksikan berbagai eksperimentasi historis atas ajaran Marx dan Engels yang dijalankan hampir tanpa putus, semenjak Internasionale pertama di era Marx sendiri hingga gerakan Zapatista di Meksiko akhir abad ke-20. Tak hanya itu, Marx dan Engels  juga memberikan tulang punggung ontologis bagi filsafat politiknya, yakni pengertian baru tentang materialisme yang diolahnya dalam dialog kritis dengan filsafat Hegel yang telah ia kuasai secara fasih. Pemikirannya, dengan demikian, merentang dari domain ontologi hingga politik. Kekayaan wacana inilah yang membuat kita tak bisa memalingkan muka begitu saja dari Marx dan Engels apabila kita sungguh ingin belajar filsafat pada hari ini.

Atas dasar pengertian tentang peran sentral Marx inilah Komunitas Marx dibentuk. Komunitas ini akan membantu kita untuk lebih memahami pemikiran Marx dan Engels karena di dalam diskusi nantinya, kita akan saling-bantu memperdalam pengertian melalui presentasi dari masing-masing peserta tentang pokok teks yang dipilih. Dengan kerja kolektif inilah, kita akan mencapai pengertian secara lebih mudah dibandingkan dengan secara individual membaca keseluruhan teks.

Buku Marx yang akan dibahas pada kesempatan pertama ini adalah Das Kapital. Ini merupakan buku yang dianggap karya utama Marx dan oleh karenanya ia tergolong cukup sulit apalagi untuk dipelajari sendirian. Namun kesulitan ini akan kita patahkan dengan pembacaan bersama yang telaten dan sebisa mungkin merujuk kembali pada karya-karya Marx dan Engels yang lain. Kita tak perlu ragu untuk mencobanya sebab tak ada yang mustahil untuk kita pahami jika kita bahu-membahu mengkajinya. Komunitas Marx terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang latar belakang pendidikan (entah mahasiswa semester awal ataupun akhir), sebab di dalamnya kita hadir sebagai kawan yang sama-sama belajar untuk mengerti.

One Comment leave one →
  1. 20/02/2011 1:31 pm

    Maju…!!!!
    Karena paskah Tahun 1965,diskusi tentang Tulisan-tulisan Karl Marx Dilarang diindonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: